ARTIKEL

بٍسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Al Quran menurut arti istilah (terminologi) yaitu
1. Alquran adalah firman Allah SWT, yang merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir dengan perantaraan Malaikat Jibril yang tertulis di dalam mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir yang diperintahkan membacanya, yang dimulai dengan surat Al fatihah dan ditutup dengan Surat Annas
2. Alquran adalah lafal berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yang diperintahkan membacanya yang menantang setiap orang (untuk menyusun walaupun) dengan (membuat) surat yang terpendek dari pada surat-surat yang ada di dalamnya.
3. Alquran diperintahkan untuk dibaca (selain dipelajari dan diamalkan) karena membaca Alquran merupakan ibadah.
4. Alquran ditulis di dalam mushaf, bahwa Alquran ini ditulis sejak masa turun (Nabi Muhammad SAW). Karena selalu ditulis inilah Alquran juga disebut “Alkitab”. Dewasa ini mushaf Alquran disebut “Mushaf Usmani” karena penulisannya mengikuti metode usman Bin Affan.

AKHLAK SISWA TERHADAP GURU
http://smkn2slawi.com/2011/09/24/akhlak-siswa-terhadap-guru/


By era on 24 September 2011 – 12:04 in Buletin Sekolah / no comments

Oleh : Zaeni Achmad S., S.Pdi

Seorang siswa wajib berbuat baik kepada guru dalam arti menghormati, memuliakan dengan ucapan dan perbuatan sebagai balas jasa atas kebaikan yang diberikannya. Siswa berbuat baik dan berakhlak mulia atau bertingkah laku kepada guru dengan dasar pemikiran sebagai berikut :

a. Memuliakan dan menghormati guru termasuk satu perintah agama

Sabda Rosullullah SAW yang artinya :

“Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya” (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi), Muliakanlah guru-guru Al-Qur’an (agama) karena barangsiapa yang memuliakan mereka berarti ia memuliakan Aku (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi).

Penyair Mesir Ahmad Syauki Bey mengatakan : “Berdiri dan hormatilah guru dan berilah ia penghargaan, (karena) seorang guru itu hampir saja merupakan Tuhan”. (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi)

b. Guru adalah orang yang sangat mulia

Dalam sejarah nabi disebutkan, bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar rumah. Tiba-tiba beliau melihat ada dua majilis yang berbeda. Majilis yang pertama adalah orang-orang yang beribadah yang sedang berdoa kepadan Allah dengan segala kecintaan kepadaNya, sedang majilis yang kedua ialah majilis pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari guru dan sejumlah murid-muridnya. Melihat dua macam majilis yang berbeda Nabi bersabda: “Adapun mereka dari majilis ibadah mereka sedang berdoa kepada Allah. Jika Allah mau, Allah menerima doa mereka dan jika Allah mau Allah menolak doa mereka. Tetapi mereka yang termasuk dalam majilis pengajaran manusia. Sesungguhnya aku diutus Tuhan adalah untuk menjadi guru”. (HR. Ahmad)

c. Guru adalah orang yang sangat besar jasanya dalam meberikan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan mental kepada siswa

Bekal ini jika diamalkan jauh lebih berharga dari pada harta benda. Orang yang ingin sukses di dunia dan akhirat harus dengan ilmu. Sabda Rosulullah SAW : “Barang siapa yang menghendaki dunia, wajib ia mempunyai ilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat, wajib mempunyai ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki dunia dan akhirat kedua-duanya, wajib juga mempunyai ilmu”. (HR. Ahmad)

d. Dilihat dari segi usia, maka pada umumnya guru lebih tua dari pada muridnya, sedangkan orang muda wajib menghormati orang yang lebih tua.

Sabda Rosulullah SAW : “Bukan dari umatku, orang yang lebih muda yang tidak sayang kepada yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua”. (HR. Abu Daud dan Turmudzi).

Cara berakhlak terhadap Guru

Banyak cara yang dapat dilakukan seorang siswa dalam rangka berakhlak terhadap seorang guru, diantaranya adalah sebagai berikut:

Menghormati dan memuliakannya serta mengagungkannya menurut cara yang wajar dan dilakukan karena Allah
Berupaya menyenangkan hatinya dengan cara yang baik
Tidak merepotkan guru dengan banyak pertanyaan
Tidak meletihkan guru dengan berbagai pertanyaan dan beban lainnya
Jangan berjalan dihadapannya
Jangan duduk ditempat duduknya
Jangan mulai berbicara kecuali setelah mendapat izin darinya
Jangan membukakan rahasia guru
Jangan melawan dan menipu guru
Meminta maaf jika berkata keliru terhadap guru
Memuliakan keluarganya
Memuliakan sahabat karib guru

Tidak kalah pentingnya seorang siswa dapat berakhlakkul karimah dengan teman sebayanya (disekolah). Dalam pergaulan seorang siswa dengan teman sebayanya sangat diperlukan adanya kerjasama, saling pengertian dan saling menghargai.

Pergaulan yang dilandasi oleh saling menghargai akan menimbulkan rasa setia kawan yang akrab dan kerukunan yang mantap, serta tidak akan timbul rasa curiga mencurigai, rasa dendam, saling jelek menjelekkan, cela mencela, sehingga terhindar percekcokan dan perkelahian antar pelajar.

AKHLAK TERHADAP ORANG TUA

http://muhakbarilyas.blogspot.com/2012/07/akhlak-terhadap-orang-tua.html
Salah satu ajaran paling penting setelah ajaran Tauhid adalah berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan, menurut pendapat banyak ulama, ajaran berbakti kepada kedua orang tua ini menempati urutan kedua setelah ajaran menyembah kepada Allah S.w.t. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Q, s. al-Isra’ / 17:23)

Ada tiga kelompok yang disebut orang tua dalam ajaran Islam. Pertama, “الأب الذي ولدك“ : bapak-ibu yang melahirkan, yaitu bapak-ibu kandung. Kedua, “الأب الذي زوجك“ : bapak-ibu yang mengawinkan, yaitu bapak-ibu mertua. Ketiga, “الأب الذي علمك“ : bapak-ibu yang mengajarkan, yaitu bapak-ibu guru. Ketiga kelompok inilah yang diwajibkan atas kita untuk menghormati dan berbuat baik kepadanya.
Menghormati mertua dan guru harus sama seperti menghormati kedua orang tua sendiri. Sebab mertua adalah bapak-ibu kandung dari istri atau suami kita. Ketika seseorang menikah, maka ia telah menikah dengan anak dari seorang ayah dan ibu, dan bukan –maaf– anak hewan. Bagi seorang suami, misalnya, keduanya bersifat mertua, tetapi bagi istrinya keduanya adalah orang tua kandung. Demikian pula sebaliknya. Ketika seseorang menginjak dewasa, bapak-ibu gurulah yang mengajarkannya tentang banyak hal hingga ia menjadi mengerti tentang banyak hal dalam kehidupan ini.
Maka, kewajiban menghormati orang tua dalam Islam merupakan salah satu ajaran yang sangat penting dan prinsip. Ketika Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua, maka perintah ini sebetulnya sangat bisa dipahami. Cobalah bayangkan, bagaimana repotnya ibu ketika mengandung selama kurang lebih 9 bulan. Kerepotan ibu, juga bapak, semakin bertambah ketika kita terlahir ke dunia, mulai dari merawat, memelihara, dan memberinya makan dan minum dengan penuh kasih sayang. Bagi orang tua tidak ada yang lebih berarti daripada sang jabang bayi yang baru saja dilahirkannya. Mereka sangat bahagia dengan tangisan dan kotorannya, akan tetapi mereka akan sedih ketika harus melihatnya sakit.
Dalam konteks berbuat baik kepada kedua orang tua, Al-Qur’an menganjurkan agar kita melakukannya dengan cara “ihsān”. Ihsan artinya kita melakukan sesuatu lebih dari sekedar kewajiban. Shalat lima waktu merupakan kewajiban, tetapi jika kita menambahnya dengan shalat-shalat sunnah lainnya, maka itulah ihsan. Puasa Ramadhan adalah kewajiban, dan jika kita mampu menambahnya dengan puasa-puasa sunnah, puasa Senin-Kamis misalnya, maka itulah ihsan.
Berbuat baik kepada kedua orang tua harus diupayakan secara maksimal, secara ihsan, lebih dari sekedar kewajiban kita terhadapnya. Jika sang anak ingin memberikan sesuatu kepada orang tua, berikanlah yang maksimal. Karena yang maksimal saja belum tentu dapat sebanding dengan jerih payah dan pengorbanan keduanya selama ini dalam mengasuh dan membesarkannya. Seseorang bisa menjadi dokter, tentu berkat orang tua. Menjadi insinyur, juga berkat orang tua. Menjadi ulama juga berkat orang tua. Bahkan menjadi presiden juga berkat orang tua. Setidaknya, karena do’a orang tua itulah seseorang berhasil menggapai apa yang diusahakannya.
Itulah pengorbanan orang tua dalam memelihara, mengasuh dan membesarkan kita hingga seperti ini. Oleh karenanya, Al-Qur’an lagi-lagi menegaskan:

وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (Q, s. Luqman / 31:14)

Jadi menurut Al-Qur’an ibu mengandung, melahirkan dan menyusui adalah suatu pengorbanan yang luhur, yang menuntut adanya balasan terimakasih dari anaknya. Ini berbeda dengan Genesis dalam Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa wanita mengandung, melahirkan dan menyusui adalah akibat dosanya (melalui Hawa, istri Adam) yang telah melanggar larangan Tuhan di Surga.
Berbuat baik kepada orang tua dalam Islam bersifat mutlak. Artinya andaikata ada diantara kita yang kedua orang tuanya kebetulan berbeda agama, Al-Qur’an tetap mengajarkan untuk berbuat baik kepada keduanya. Artinya, berbuat baik kepada kedua orang tua itu tidak didasarkan atas kesamaan agama, tetapi lebih karena jasa-jasa baik keduanya terhadap perkembangan dan jati diri kita.

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q, s. Luqman / 31:15)

Dalam rangka berbuat baik kepada kedua orang tua tersebut, Al-Qur’an mengajarkan agar kita berdo’a:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
Ya Tuhanku, berilah rahmat kepada kedua orang tuaku, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil. (Q, s. al-Isra’/17:24)

Maka, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orang tua, Allah akan melaknatnya, dan mengharamkan surga baginya.

رِضَى الله في رِضَى الوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فيِ سُخْطِ الوَالِدَيْنِ (متفق عليه)
Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pula pada kemurkaan kedua orang tua (HR. Muttafaq ‘Alaih)

di 04:22
Label: Akhlak, Hidup Islami

FADLILAH SYA’BAN

fadilah bulan sya’ban adalah:
1. Allah SWT menerima amal-amal seluruh hamba di bulan Sya’ban.
2. Sebab dinamakan bulan Sya’ban karena pada bulan ini amal baik bercabang banyak sekali.
3. Pada bulan ini terdapat bulan Nishfu Sya’ban yang mulia. Pada malam ini Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW mengabarkan bahwa pintu-pintu langit dan rahmat dibuka. Untuk itu tegaklah shalat, angkatlah kepala dan kedua tanganmu ke langit. Pada malam itu 300 pintu rahmat telah dibuka. Allah mengampuni semua orang yang tidak musyrik kepada Allah, bukan ahli sihir, bukan dukun, bukan orang yang suka bermusuhan, bukan pelacur, bukan pemakan riba, bukan pendurhaka kepada orang tua, bukan yang suka mengadu domba dan bukan orang yang suka memutus tali persaudaraan. Mereka semua tidak diampuni hingga bertaubat dan suka meninggalkan.
4. Yahya bin Muadz berkata lafadz Sya’ban menyimpan karunia bagi orang-orang mukmin dari perpanjangan lima hurufnya:
1. Syin perpanjangannya Syarafun dan Syafaatun yang berarti kemuliaan dan syafaat.
2. Ain perpanjangannya Al ‘izzah wal karamah yang berarti kemenangan dan karamah.
3. Ba-k perpanjangannya al Birru yang berarti kebaikan.
4. Alif perpanjangannya Ulfah yang berarti rasa belas kasihan.
5. Nun perpanjangannya An-Nur yang berarti cahaya.
5. Dijelaskan bahwa bulan Rajab untuk mensucikan tubuh, Sya’ban untuk mensucikan lubuk hati dan Ramadhan untuk mensucikan jiwa. Siapa yang mensucikan tubuh pada bulan Rajab, sucilah hatinya pada bulan Sya’ban dan sucilah jiwanya pada bulan Ramadhan. Bulan Rajab adalah bulan untuk beristighfar dari segala dosa, sya’ban untuk memperbaiki hati dari cacad, Ramadhan untuk menyinari jiwa dan lailatul qadar untuk taqarrub/mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6. Nabi Muhammad SAW bersabda puasa 3 hari pada awal bulan Sya’ban, 3 hari pada pertengahannya dan 3 hari pada akhirnya, maka Allah mencatatnya sebagai pahala 70 orang nabi dan adalah bagaikan beribadah kepada Allah SWT selama 70 tahun dan jika meninggal pada tahun itu berarti mati syahid.
7. Siapa mengagungkan bulan Sya’ban, bertakwa kepada Allah SWT dan taat beribadah kepadaNya, serta mengekang diri dari laku maksiat, maka Allah mengampuni segala dosanya dan menyelamatkannya dari segala macam bahaya/balak dan macam-macam penyakit dalam tahun itu.
8. Pada bulan Sya’ban orang yang pernah menghidupkan salah satu malam Sya’ban dan berpuasa sehari pada bulan itu dihapuskan dari siksa walaupun terputus dari ibadah dan penuh dosa.
9. Siapa yang menghidup-hidupkan dua malam hari raya dan malam nishfu Sya’ban, maka tidak matilah hatinya ketika umumnya hati manusia mati.
10. Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang utama sesudah malam Lailatul Qadar.

Malam Nifsu Sya’ban

Malam Nifsu Sya’ban
Malam Nifsu Sya’ban Insya Allah jatuh pada hari ini Rabu malam Kamis tanggal 05 Juli 2012 . INSYA ALLAH !! Apabila anda semua berniat mengubah catatan rizki dan takdir di dalam buku besar Allah menjadi lebih baik dan memohon ampun atas dosa2 yang telah kita perbuat maka dibawah ini ada petunjuknya menurut sebagian Ulama, yaitu antara lain:
1. Sholat fardlu Maghrib
2. Membaca Surah Yassin 3 kali
3. Membaca doa Nifsu Sya’ban
4. Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak dzikir, shalawat, doa dan istighfar.

DOA MALAM NISFU SYA’BAN
Sahabatku,
Setelah di malam nisfu sya’ban disunnahkan untuk menyampaikan doa/keinginan anda dimalam dan insya Allah akan dikabulkan.
Mengenai doa di malam nisfu sya’ban menurut sebagian ulama adalah adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :
Hadist Pertama
Rasulullah saw bersabda,: “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)
Hadist Kedua
Berkata Aisyah ra : “disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)
PENDAPAT ULAMA BESAR
Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319)

Read more: http://www.forumkami.net/islam/52711-mengenal-amalan-malam-nisfu-sya-ban.html#ixzz1zRk5C5sh

AHLAK

A. Pengertian Akhlak

Perkataan akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa arab akhlaq. Jamaknya adalah khuluq atau Al-Khuluq. Menurut bahasa kata khuluq berarti budi pengerti, perangai, tingkahlaku atau tabiat.[1]

Menurut Imam Al-Ghazali, Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia), yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan (lebih lama)maka jika sifat tersebut melahirkan suatu tindakan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama, dinamakan akhlak yang baik. Tetapi manakala ia melahirkan tindakan yang jahat, maka dinamakan akhlak yang buruk.[2]

Dalam kamus Al-kautsar, ilmu akhlak diartikan sebagai ilmu tata karma,jadi dapat dirumuskan bahwa ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan yang dilakukan manusia, mengajarkan perbuatan baik yang harus dikerjakan dan perbuatan jahat yang harus dihindari dalam pergaulannya, baik dengan sesame manusia maupun dengan tuhannya .

Baik menurut akhlak adalah segala sesuatu yang sesuai dengan nilai dan norma agama, nilai serta norma yang terdapat dalam masyarakat, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Buruk menurut akhlak adalah segala sesuatu yang tidak berguna, tidak sesuai dengan nilai dan norma agama, serta nilai dan norma masyarakat, merugikan masyarakat dan diri sendiri. Adapun yang menentukan baik dan buruk suatu sikap (akhlak) yang melahirkan prilaku atau perbuatan manusia adalah Al Quran yang dijelaskan dan dikembangkan oleh Rasululloh saw dengan sunnahnya. Perbuatan baik dan buruk dalam moral dan etika ditentukan adat istiadat dan pemikiran masyarakat pada suatu tempat di suatu masa. Oleh karena itu, di pandang dari sumbernya akhlak islamiyah bersifat tetap dan berlaku untuk selamanya sedangkan moral dan etika hanya berlaku di suatu tempat dan selama masa tertentu.[3]

Akhlak islamiyah adalah keadaan yang melekat pada jiwa manusia.dalam buku ensiklopedia islam jilid 1, 1993 dinyatakan bahwa : perbuatan baru bisa dikatakan pencerminan akhlak jika dapat memenuhi beberapa syarat antara lain :

  1. Dilakukan berulang-ulangjika dilakukan sekali saja atau jarang-jarang tidak dapat dikatakan akhlak.
  2. Timbul dengan sendirinya tanpa dipikir-pikir atau dipertimbangkan berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan baginya.

Alloh berfirman sebagai berikut :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : Barang siapa mengerjakan kebajjikan, baik laki-laki atau perempuan dalam keadaan beriman maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan akan kami berikan balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (Q.S.an – Nahl:97).

Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

Akhlak islam mempunyai karakteristik sifat tertentu yang membedakan dengan etika dan moral ciptaan manusia. Sifat-sifat tersebut antara lain :

  1. Kebaikannya bersifat mutlak (al-hasanah al-mutlaqah ) yaitu kebaikan yang terkandung dlam akhlak merupakan kebaikan yang bersifat murni baik untuk individu atau untuk masyarakat dalam lingkungan, keadaan, waktu, dan tempat apapun.
  2. Kebaikannya bersifat menyeluruh (al-hasanah syumuliyah) yaitu kebaikan yang terkandung didalamnya merupakan kebaikan untuk seluruh umat di segala zaman dan di semua tempat.
  3. Kebaikan bersifat tetap langgeng dan mantap (al-hasanah al-sabitah), tidak berubah oleh perubahan waktu dan tempat atau perubahan hidup masyarakat.
  4. Pengawasan yang menyeluruh (al-muraqabah syumuliyah),karena akhlak bersumber dari alloh, maka pengaruhnya lebih kuat dari etika,moral, ciptaan manusia sehingga orang tidak berani melanggarnya kecuali setelah ragu-ragu dan kemudian akan menyesali perbuatannya untuk selanjutnya bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tidak melakukan perbuatan salah lagi.[4]
  1. B. Induk-induk Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela
    1. a. Akhlak Terpuji

Menurut pendapat mayoritas ulama’, ruang lingkup akhlak dikelompokkan menjadi beberapa hal berikut yaitu :

  1. Hubungan manusia dengan Alloh

Sesungguhnya inti takwa kepada Alloh adalah melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNYA segala perintah dan larangan Alloh ditetapkanNya bukan untuk Alloh sendiri tetapi untuk keselamatan manusia. Pemeliharaan hubungan dengan Alloh dapat dilakukan antara lain :

– Tidak menyekutukan Alloh dengan apapun juga

– Menaati,takut, dan bertakwa kepada Alloh bertaubat kepada Alloh

– Mencintai Alloh swt

– Selalu mencari keridloan Alloh

– Bersyukur kepada alloh melalui lisan dan perbuatan

– Selalu memohon dan berdoa kepada Alloh swt.

– Senantiasa beribadah kepada Alloh swt[5]

  1. Hubungan manusia dengan manusia

Salah satu cara memelihara hubungan antar manusia adalah dengan cara mengembangkan gaya hidup yang selaras dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat serta sesuai norma agama. Dengan demikian akan timbul hubungan yang harmonis dan saling menghormati antar sesama.

  1. Hubungan manusia dengan alam

Sebagai salah satu unsur yang membentuk dirinya, alam semesta menjadi bagian dari manusia. Manusia diharapkan dapat menciptakan kemakmuran di bumi.

Alloh berfirman sebagai berikut :

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Artinya :Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. dia Telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[726], Karena itu mohonlah ampunan-Nya, Kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (Q.S. Hud:61)

Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.

Alam atau lingkungan hidup yang ditempati manusia memberi manfaaat kepadanya. Air, udara, api, tumbuh-tumbuhan, hewan dan sinar matahari telah memberikan sumbangan yang besar dalam menopang kebutuhan hidup manusia. Akan tetapi semua itu juga dapat membahayakan kehidupan manusia, jika ia tidak dapat bersifat ramah terhadap lingkungan. Ketidakramahan manusia menyebabkan rusaknya lingkungan yang menimbulkan bencana seperti banjir, kebakaran, kekeringan dan wabah penyakit.

Bedasarkan pembagian tersebut, tampak jelas bahwa ruang lingkup akhlak sangat luas. Akhlak mencakup seluruh aspekkehidupan, baik dengan Alloh maupun dengan seluruh makhluk ciptaanNya.[6]

  1. b. Akhlak Tercela

Akhlak tercela mengantar manusia menuju kehancuran karena Alloh melarang pribadi muslim memiliki sifat tercela.adapun jenis akhlak tercela yang harus di hindari oleh setiap muslim yaitu sebagai berikut :

  1. Setiap ucapan atau perbuatan yang dilarang al Quran adalah termasuk akhlak tercela dan buruk
  2. Setiap sesuatu yang diharamkan alloh kalau direnungkan dengan sksama ternyata merupakan perbuatan yang keji, buruk, batal, sesat, dan maksiat yang menimbulakanpermusuhan, kebencian dan percekcokan.
  3. Setiap cerita atau berita mengenai orang-orang yang menentang Alloh dan RasulNya yang disampaikan Al Quran mempunyai tujuan agar kaum muslimin menjauhi perbuatan tercela yang membawa Murka Alloh.
  4. Setiap ancaman yang diancamkan Alloh kepada salah satu hambaNya menunjukkan bahwa orang yang menerima ancaman itu telah melakukan perbuatan yang tidak diridloiNya. Perbuatanyang tidak mendapat ridlo dari Alloh menimbulkan kesesatan damn kebatilan.

Al-Quran menjabarkan secara rinci tentang konsistensi setiap muslim untuk menjauhi akhlak tercela, diantaranya sebagai berikut:

Pertama, hal-hal yang brhubungan dengan ucapanyang buruk.Al-Quran menyebutkan banyaksekali ucapan buruk yang diperingatkan, dilarang, diancam pengucapnya, atau diusia, diantaranya pembicaran yang sia-sia, olok-olokan dan pemberian nama panggilan yang buruk, gunjengan, prasangka dan mata-mata, kebohongan, mengekspresikan atau melukiskan sesuatu dalam benak, baik bersifat terkaaan atau berdasar(umniyah), memasuki persoalan yang bukan urusannya (fuzul). Ide mentah yaitu apa yang terdetak dalampikiran, kemudian diungkapkan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan matang. Kemunafikan ialah sikap memperliharkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran atau memperlihatkan sifat yang baik dan menyembunyikan sifat yang buruk. Akhlak-akhlak tercela yang diseur Al-Quran agar dijauhi, baik berupa perbuatan maupun berupa ucapan yang lebih banyak terjadi.

Kedua, hal-hal yang berhubungan dengan perbuatan yang buruk. Banyak sekali perbuatan yang buruk yang dilarang dan diharamkan oleh Alloh, sebagaimana di isyaratkan dalam Al-Quran, diantaranya sebagai berikut :

  1. 1. Kikir
  2. 2. Sikap pengecut
  3. 3. Dengki
  4. 4. Berlebihan dan boros
  5. 5. Aniaya
  6. 6. Melampaui batas
  7. 7. Berbuat kerusakan
  8. 8. Terbujuk dan membanggakan diri
  9. 9. Melampiaskan hawa nafsu dan Syahwat
  10. 10. Khianat

  1. C. Metode Peningkatan Kualitas Akhlak

Dalam ajaran islam, akhlak menempati kedudukan yang utama. Rasululloh saw. Menempatkan akhlak sebagai misi pokok risalah Islam. Beliau bersabda yang artinya “ sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia .”

Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama islam. Akhlak yang baik akan menitik beratkan timbangan kebaikan seseorang pada hari kiamatmenurut keterangan Abdulloh Ibnu Umar, orang yang paling dicintai dan yang paling dekat dengan Rasululloh saw. Pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.

Islam menjadikan akhlak yang baik sebagai bukti dari ibadah kepada Alloh. Seseorang yang mendirikan sholat tentu tidak akan mengerjakan segala perbuatan yang tergolong keji dan munkar. Tidak ada artinya sholat seseorang jika dia masih mengerjakan kemukkaran yang dilarang agama.

Al-Quran banyak mengungkapkan hal-hal yang berhubungan dengan Akhlak, baik berupa perintah berakhlak terpuji maupun larangan berakhlak tercela inilah yang membuktikan betapa penttingnya akhlak dalam ajaran Islam. Akhlak akan membawa kemaslahatan dan kemuliaan hidup.

  1. D. Metode Peningkatan Kualitas Akhlak Dalam Kehidupan

Adapun prinsip umum yang menyelamatkan kaum muslimin dari kebimbangan, kebingungan dan keguncangan dalam menghadapi kehidupan, meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. 1. Komitmen dengan Jalan Hidup Islam

Setiap muslim harus memiliki komitmen dengan jalan hidup islam yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Rasul, serta sejarah hidupnya sebab mencari jalan hidup selain dari dua sumber ini adalah suatu kesesatan. Jalan hidup ini adalah segala sesuatu yang dihalalkan atau diharamkan oleh Alloh.

  1. 2. Loyal kepada Alloh, RasulNya, dan Islam

Loyalitas ini dilakukan untuk Alloh, rasulNya,untuk orang-orang saleh dan nilai-nilai akhlak yang dibawa Islam. Konsekuensinya, orang islam tidak boleh loyal kepada musuh Alloh dan kepada selain Allohatau musyrik. Islam mengangkat harkat orang-orang saleh dan mengukuhkan kewibawaaan mereka.

  1. 3. Kesungguhan dalam Menjalani kehidupan

Kesungguhan mempunyai dua pengertian yaitu :

  1. Ijtihad (bersungguh-sungguh) adalah berusaha dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk mencapai suatu tujuan.
  2. Tark al-hazl (meninggalkan sendau gurau) adalah mengerjakan suatu pekerjaan dengan tidak main-main atau sia-sia. Seorang muslim dituntut untuk melewati fase-fase kehidupannya dengan serius dan mengerahkan segala kemampuan serta menanggung penderitaan dan pengorbanan dijalan Alloh.
  3. 4. Sikap Toleran/Tasamuh dan Memaafkan

Bagi kaum muslimin, toleransi berarti tidak membela ide atau mahzabnya secara membuta, tetapi mengikuti mana yang ternyata benar. Islam tidak mengajarkan kasar kecuali dalam peperangan dan pertempuran dijalan Alloh.

  1. 5. Sikap Moderat terhadap Orang Lain dan Segala Sesuatu

Moderat adalah pertengahan diantara dua sifat secara kualitas dan kuantitas atau proporsional. Orang yang moderat berarti orang yang berada diantara ifrat dan tafritatau diantara kencang (tasyaddud) dan longgar (tasyayyub). Alloh telah menganugrahkan nikmatNya kepada orang islam dengan dijadikannya ummatan wasatan. Yakni umat keadilan, pertengahan dan kebaikan. Umat islam berada di tengah sebagai umat moderat yang mengakomodir kepentingan rohani dengan kebutuhan jasmani.[7]


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Perkataan akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa arab akhlaq. Jamaknya adalah khuluq atau Al-Khuluq. Menurut bahasa kata khuluq berarti budi pengerti, perangai, tingkahlaku atau tabiat

Menurut Imam Al-Ghazali, Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia), yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampan dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan (lebih lama)maka jika sifat tersebut melahirkan suatu tindakan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama, dinamakan akhlak yang baik. Tetapi manakala ia melahirkan tindakan yang jahat, maka dinamakan akhlak yang buruk.

Menurut pendapat mayoritas ulama’, ruang lingkup akhlak dikelompokkan menjadi beberapa hal berikut yaitu :

  1. Hubungan manusia dengan Alloh
  2. Hubungan manusia dengan manusia
  3. Hubungan manusia dengan Alam

Yang termasuk akhlak tercela : Kikir, Sikap pengecut, Dengki, Berlebihan dan boros, Aniaya ,Melampaui batas,Berbuat kerusakan, Terbujuk dan membanggakan diri, elampiaskan hawa nafsu dan Syahwat, Khianat

Seseorang yang mendirikan sholat tentu tidak akan mengerjakan segala perbuatan yang tergolong keji dan munkar. Tidak ada artinya sholat seseorang jika dia masih mengerjakan kemukkaran yang dilarang agama

Adapun prinsip umum yang menyelamatkan kaum muslimin dari kebimbangan, kebingungan dan keguncangan dalam menghadapi kehidupan, meliputi: komitmen dengan jalan hidup islam, loyal kepada Alloh, RasulNya dan islam, kesungguhan dalam menjalani kehidupan, sikap toleran/tasamuh dan memaafkan, sikap moderat terhadap orang lain dan segala sesuatu.

DAFTAR PUSTAKA

Mahjudin. Akhlak Tasawuf, Jakarta: Kalam Mulia,2009.

Khamzah; Rahman, Roli, Abdul, Menjaga Akidah dan Akhlak, Solo:

PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009

Taufiqurahman; Siswanto, edi, Akidah Akhlak, Jawa Timur : MD

Jatim,2009


[1] Roli Abdul Rahman,Khamzah, menjaga akidah dan Akhlak (Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka mandiri,2009),48.

[2] mahjudddin,akhlak Tasawuf 1,(Jakarta: Kalam mulia, 2009),4.

[3] Roli Abdul Rahman,Menjaga, 49.

[4] Taufiqurrahman,moch. Edi siswanto, akidah akhlak, (jawa timur : MDC Jatim,2005),4.

[5] Ibid.,31-32.

[6] Roli Abdul Rahman, Menjaga,51.

[7] Ibid.,52-55.

metode pembelajaran
A. METODE CERAMAH
Ceramah merupakan salah satu metode mengajar yang paling banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara langsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini sifatnya sangat praktis dan efisien bagi pemberian pengajaran yang bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Dapat kita lihat beberapa defenisi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:
1 Menurut Suryono
Metode ceramah adalah Penuturan atau penjelasan guru secara lisan, di mana dalam pelaksanaanya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada murid-muridnya.
2 Menurut Roestiyah N.K
Metode ceramah adalah Suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.
3 Menurut Team Didaktik Metodik
“Metode ceramah adalah Penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas”.
Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak digunakan, hal ini mungkin dianggap oleh guru sebagai metode mengajar yang paling mudah dilaksanakan. Kalau bahan pelajaran dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya, guru tinggal menyajikannya di depan kelas. Siswa-siswa memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan.
Setiap metode pengajaran terdapat kelebihan dan kekurangannya termasuk metode ceramah. Adapun kelebihan dan kekurangan dari metode ceramah tersebut adalah sebagai berikut. Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah dalam Pembelajaran.

B. Kelebihan Metode Ceramah
1. Dapat menampung kelas besar, tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
2. Konsep yang disajikan secara hirarki akan memberikan fasilitas belajar kepada siswa.
3. Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
4. Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat terlaksananya pelajaran dengan ceramah.

C. Kekurangan Metode Ceramah
1. Pelajaran berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Siswa hanya aktif membuat catatan saja.
2. Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
3. Pengetahuan yang diperoleh melaui ceramah lebih cepat terlupakan.
4. Ceramah menyebabkan belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.

Secara umum cara mengatasi kelemahan dari metode ceramah adalah dengan mengkombinasikan dengan metode lain, dan menggunakan beberapa teknik pembelajaran dalam pencapaiannya
Salah satu peran penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru atau pendidik. Tugas guru adalah melihat apakah berbagai pengaruh yang ada disekeliling siswa telah dipilih dan diatur agar dapat mendorong timbulnya minat belajar dikalangan anak didik. Untuk bidang studi, guru diminta agar tidak mendominasi kelas dan pengajaran supaya berpusat kepada anak atau siswa.
Sebenarnya dalam penggunaan metode ceramah pada proses belajar mengajar adalah metode yang sangat baik, dengan memperhatikan isyarat yang dikemukakan oleh Iman Al Gazali dalam M. Athiyah Al Abrasyi Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam Seorang guru membatasi dirinya dalam berbicara dengan anak-anak sesuai dengan daya pengertiannya, jangan diberikan kepadanya sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh akalnya karena akibatnya ia akan lari dari pelajaran atau akalnya memberontak terhadapnya.
Isyarat tersebut di atas harus diperhatikan oleh seorang guru di dalam memberikan pelajaran, karena ketika guru memberikan pelajaran yang tidak sesuai dengan materi pelajaran yang diterimanya atau tingkat kecerdasannya maka akan sangat fatal akibatnya bagi anak bahkan akan menimbulkan dekadensi belajar dan trauma bagi anak . Olehnya itu di dalam menyajikan suatu pelajaran bagi guru hendaknya sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan dan sesuai dengan tingkat pola pikir anak didik.

D. Amplikasi Metode ceramah dengan pembelajaran PAI
Dari segi metode penyampaian pengalaman belajar mengajar sendiri, metode ceramah nampaknya menduduki posisi penampilam dengan hasil yang lebih banyak mengecewakan. Akan tetapi ini tidak berarti metode ceramah merupakan semacam penyakit menular yang harus di hindari secara apriori.
Dengan perkataan lain, seorang guru di katakan kompeten bila ia memiliki khazanah cara penyampaian yang kaya, dan pada itu memiliki pila kriteria yang dapat pula digunakan untuk memilih cara-cara yang tepat dalam menyasikan pengalaman belajar mengajar.
Tujuan yang mau di capai kriteria siswa yang di hadapi dan hakikat materi yang akan di sajikan merupakan faktor utama yang harus di pertimbangkan di dalam menetapkan cara penyampaian.
Metode ceramah yang paling tepat di gunakan dalam pembalajaran PAI adalah SKI (sejarah kebudayaan islam) yang masuk pada sub bab kisah-kisah perjalanan para Nabi, dengan tujuan peserta didik bisa dengan cermat memahami dan memetik hikmah dari kisah yang telah di sampaikan oleh guru tersebut, dengan metode ceramah yang di ambil oleh guru bisa leluasa menjelaskan dengan panjang lebar tentang kisah-kisah yang tidak di alami oleh para Nabi tersebut.
Oleh karena itu dengan mengunakan metode ceramah dalam pembelajaran PAI ini yang di ambil dari kisah para nabi peserta didik dapat memecahkan suatu permasalahan dari kisah para Nabi tersebut dengan cermat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s